Sebagai seorang pelatih tim football, Grant Taylor sedang mempertaruhkan masa depannya. Selama 6 tahun, Grant Taylor dan timnya tidak pernah memenangkan sebuah kompetisi. Kepercayaan diri pelatih ini mulai luntur. Apalagi setelah pemain terbaik di timnya pindah ke sekolah lain agar dapat bergabung ke tim football yang lebih bagus. Setelah kalah di tiga pertandingan pertama di musim kompetisi, pelatih Taylor mengetahui bahwa sekelompok orangtua murid sedang mendiskusikan agar dirinya dipecat. Tekanan dalam hidupnya bertambah berat dilihat dari kondisi keuangan pribadinya yang parah dan kenyataan bahwa isterinya mengalami kemandulan setelah 3 tahun penikahannya. Pelatih Taylor benar-benar kehilangan harapan dalam mengatasi perasaan takut dan kegagalan yang dialaminya. Tidakkah anda pernah mengalami masa-masa seperti itu juga dalam hidup Anda ? Namun ditengah berat proses hidupnya, Taylor mulai menemukan perjalanan spiritual yang terjadi dalam dirinya dan keberanian untuk percaya dengan Tuhan. Ia memulai hidupnya dengan respon yang baik. Akhirnya ia pun mampu membuat semangat baru di tim nya. Yang pada akhirnya membuahkan keberhasilan di dalam dan di luar lapangan football. Ada satu bagian dari film ini yang saya pikir adalah bagian terbaik dari film ini. Pada saat latihan, kapten tim meragukan kemampuan timnya untuk menang dalam pertandingan berikutnya menghadapi tim yang jauh lebih hebat. Untuk mengajarkan nilai pantang menyerah dan memberikan kemampuan terbaik dari diri kita, Pelatih Taylor meminta kapten tim melakukan latihan mengangkat tubuh temannya menyeberangi lapangan. Pelatih Taylor memintanya untuk melakukan yang terbaik, setelah itu mata kapten tim di tutup agar tidak tahu sudah menyeberang seberapa jauh. Pelatih Taylor terus memberikan semangat dan memintanya melakukan yang terbaik walaupun kapten tim sudah kecapaian dan ingin menyerah. Dan hasilnya ternyata luar biasa. Kapten tersebut mampu melakukannya..
Saya pernah melihat video posting di youtube mengenai kata positif dan kata negative. Percobaannya dilakukan dengan menggunakan 2 buah tanaman yang sejenis. Tanaman tersebut tumbuh didalam pot kecil, tidak ada bedanya. Lalu percobaannya adalah dengan setiap harinya selalu berkata positif bagi tanaman di pot A dan berkata hal negative pada pot B. Hasilnya luar biasa, dalam jangka waktu 1 minggu. Pot A tumbuh dengan sangat baik sedangkan pot B yang malang mengalami hal sebaliknya. Daunnya layu, batangnya tidak lagi sekokoh sebelumnya, kini batangnya tak mampu menahan bebat pohon tersebut. Sebesar itulah kekuatan atas sebuah perkataan. Sebagaimana kita menggunakan kekang pada mulut kuda agar ia menuruti kehendak kita dan juga mengendalikan tubuhnya, dengan hal seperti itulah kita sebagai manusia juga harus mengekang lidah kita. Walaupun lidah adalah suatu anggota tubuh yang kecil pada tubuh kita, namun dapat sangat berpengaruh pada setiap perkara yang ada.
Mulai sekarang mulailah dengan kata-kata positif. Anda bisa menjadi apa yang anda inginkan dengan mengakui bahwa anda bisa melakukan segala sesuatunya.
Don’t Quit…
Keep Going… Keep Going…
Don’t Quit… Do Your Best…
Give Everything You Got…





