Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Ayah, anak & keledai

Suatu ketika ada seorang ayah dan anak laki-lakinya sedang berjalan disebuah pasar dengan seekor keledainya. Suasana dipasar tersebut ramai, banyak orang berlalu lalang dan melakukan tindakan jual-beli disana. Sang ayah tampak menuntun keledainya dengan tali, sedangkan anaknya dibiarkannya duduk diatas si keledai. Tidak beberapa lama setelah kejadian itu, terdengar seorang ibu-ibu setengah baya berbisik kepada yang lainnya “Lihat, anak macam apa itu duduk manis diatas keledainya dan membiarkan ayahnya yang tua renta berjalan dan menuntun keledainya seperti itu ?!”. Mendengar si ibu berkata demikian, sang anak lalu menyarankan ayahnya untuk duduk diatas keledai dan membiarkan dirinya sendiri menuntun si keledai dengan berjalan kaki. Sampai tidak beberapa lama setelah itu ada seorang kakek tua yang memperhatikan keadaan itu. Spontan sang kakekpun menunjuk-nunjuk kearah mereka dan berkata kepada ayah anak tersebut, “Hai, kamu ayah dari anak muda ini. Apalah artinya seorang tua sepertimu duduk diatas keledai dan membiarkan anakmu seorang menarik-narik dan menuntut jalanmu dan keledai ini ? Bukankah seharusnya engkau sebagai bapaknya memberikan tumpangan pada anakmu ini ?” Mendengar hal tersebut si ayah kemudian terpaku dan menyuruh anaknya untuk menghentikan laju keledainya. Setelah merasakan dilema yang teramat sangat. Akhirnya dengan beberapa pertimbangan mereka sepakat untuk tidak seorangpun yang akan naik dan menunggang keledai tersebut. Mereka memilih untuk berjalan bersamaan dan diringgi oleh keledainya. Mereka merasa bahwa dengan berjalan kaki bersamaan seperti ini tidak akan lagi ada orang yang merasa terganggu dengan apa yang mereka lakukan. Tidak lama kemudian, tampak beberapa ibu-ibu didepan sebuah kios sayuran yang berbisik-bisik dan melihat mereka dengan tatapan menyindir, “Bodoh sekali mereka, punya keledai tapi tidak dimanfaatkannya dengan baik. Apa tidak ada bedanya punya keledai dengan tidak punya sekalipun ?”..

Iyaaa, sangat melelahkan memang. Apa yang ayah dan anak tersebut rasakan pastinya sangat tidak menyenangkan. Mereka berdua ingin melakukan yang terbaik seperti yang orang-orang tersebut bicarakan dan inginkan. Namun pada akhirnya yang timbul justru bukannya menyenangkan namun malah membuat diri mereka sendiri lelah dan bingung. Terkadang dalam hidup kitapun pasti juga merasakan hal yang sama seperti yang dikisahkan diatas. Selalu menjadi apa yang dunia ini mau memang sulit. Setiap manusia mempunyai takaran terhadap apa yang menurutnya baik ataupun sebaliknya sendiri-sendiri. Dan kita tidak bisa menyamakan penilaian yang sama terhadap hal tersebut… Apa yang menjadi perhatian dan fokus anda saat ini ?? Menjadikan hidup anda seperti yang orang lain minta atau menjadi diri anda sendiri dengan tetap menjadi kesenangannya hatiny Tuhan….

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar